EPIDEMIOLOGI RHINITIS ALERGI PDF

Apalagi, jumlah penduduk yang merokok dari tahun ke tahun makin bertambah. Saat ini, diperkirakan jumlah penduduk yang terpapar rokok di lingkungan rumah mencapai 97 juta jiwa, padahal asap rokok sangat berbahaya karena mengandung lebih dari bahan kimia yang bisa menginhibisi produksi sitokin berupa akrolein. Meski rinitis alergi pada dasarnya merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan namun pengaruh lingkungan lewat perubahan suhu, kelembaban, alergen serta polusi udara salah satu adalah asap rokok. Namun demikian, penelitian mengenai pengaruh asap rokok pada penderita rinitis alergi persisten belum pernah dilaporkan di Indonesia. Roy David Sarumpaet, Sp.

Author:Nikolmaran Kajibar
Country:Togo
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):11 August 2017
Pages:166
PDF File Size:3.54 Mb
ePub File Size:13.15 Mb
ISBN:709-9-75650-953-2
Downloads:81252
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazunos



Latar Belakang Rhinitis alergi merupakan penyakit imunologi yang sering ditemukan. Definisi menurut WHO ARIA Allergic Rhinitis and its impact on Asthma tahun , rhinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, keluar ingus rinore yang encer dan banyak, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE.

Biasanya rinitis alergi timbul pada usia muda remaja dan dewasa muda. Zainuddin di Palembang mendapatkan dari penderita rinitis alergi laki-laki dan perempuan. Keluarga atopi mempunyai prevalensi lebih besar daripada nonatopi Karjadi, Rinitis alergi dan atopi secara umum disebabkan oleh interaksi dari pasien yang secara genetik memiliki potensi alergi dengan lingkungan. Genetik secara jelas memiliki peran penting. Peran lingkungan rinitis alergi yaitu alergen, yang terdapat di seluruh lingkungan, terpapar dan merangsang respon imun yang secara genetik telah memiliki kecenderungan alergi Rusmono, Rinitis alergi berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya, penurunan produktifitas kerja, prestasi di sekolah, aktifitas sosial dan malah dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti depresi.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas adapun masalah yang dapat kami kaji dalam makalah ini yaitu: Apa pengertian dari rhinitis alergi? Bagaimana epidemiologi dari rhinitis alergi? Bagaimana etiologi dari rhinitis alergi? Apa saja faktor predisposisi dari rhinitis alergi? Bagaimana patofisiologi dari rhinitis alergi? Apa saja klasifikasi dari rhinitis alergi? Bagaimana gejala klinis dari rhinitis alergi? Bagaimana pemeriksaan fisik dari rhinitis alergia?

Bagaimana pemeriksaan diagnostik dari rhinitis alergi? Bagaimana prognosis dari rhinitis alergi Apa saja terapi untuk rhinitis alergi? Bagaimana konsep asuhan keperawatan rhinitis alergi?

Tujuan Dalam pembuatan makalah ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu: Untuk mengetahui apa pengertian dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana epidemiologi dari rhinitis alergi.

Untuk mengetahui bagaimana etiologi dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui apa saja faktor predisposisi dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana patofisiologi dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui apa saja klasifikasi dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana gejala klinis dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana pemeriksaan fisik dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana pemeriksaan diagnostik dari rhinitis alergi.

Untuk mengetahui bagaimana prognosis dari rhinitis alergi. Untuk mengetahui apa saja terapi untuk rhinitis alergi. Untuk mengetahui bagaimana konsep asuhan keperawatan rhinitis alergi. Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini semoga makalah ini bisa membantu mahasiswa untuk lebih mengetahui tentang gangguan sistem imun rhinitis alergi dan menambah wawasan pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana pemberian asuhan keperawatan pada pasien rhinitis alergi.

Definisi a. Rhinitis alergi adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan peningkatan imunitas humoral yang dimediasi oleh IgE hipersensitivitas tipe I dan terjadi sebagai respons terhadap antigen lingkungan yang mengakibatkan inflamasi saluran nafas atas. Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut von Pirquet, Menurut WHO ARIA Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma tahun , rinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE.

Epidemiologi Rhinitis alergi merupakan bentuk alergi respiratorius yang paling sering ditemukan dan diperkirakan diantarai oleh reaksi imunologi cepat hipersensitivitas tipe 1. Kalau tidak diobati, dapat terjadi banyak komplikasi seperti asma alergi, obstruksi nasal kronik, otitis kronik dengan gangguan pendengaran, anosmia ganggua kemampuan membau , dan pada anak-anak, deformitas dental orofasial.

Diagnosis dini dan terapi yang adekuat sangat penting. Etiologi Rhinitis alergi disebabkan oleh alergen yaitu zat yang dapat menimbulkan alergi.

Zat tersebut tidak menimbulkan reaksi apapun pada orang yang tidak alergi, namun pada orang yang alergi, ceritanya bisa berbeda. Misalnya saja debu. Pada orang yang tidak alergi debu, paparan terhadap debu tidak menimbulkan reaksi. Namun paparan debu pada orang yang alergi debu dapat memicu reaksi antibodi.

Antibodi ini menyebabkan sel mengeluarkan zat kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung berair, gatal, hidung tersumbat , bersin-bersin, bahkan sesak napas.

Orang yang sedang terkena rhinitis alergi menjadi lebih sensitif terhadap zat iritan lainnya seperti asap rokok, udara dingin, dan polusi. Rhinitis juga dapat menjadi faktor pemberat pada asma, sinusitis , infeksi telinga, dan menyebabkan gangguan tidur.

Berbeda dengan rinitis alergi, rinitis non-alergi timbul tanpa reaksi alergi. Rinitis jenis ini dapat timbul akibat infeksi virus, infeksi bakteri, dipicu oleh makanan dan alkohol, polutan udara, perubahan hormonal, dan dipicu oleh beberapa jenis obat.

Faktor Predisposisi Faktor penyebab timbulnya gejala ada dua macam yakni dari dalam tubuh yakni: 1. Pertumbuhan hormonal seperti yang terjadi pada ibu hamil atau minum pil KB dan menderita hipertiroid. Psikis yang disebabkan stres, emosi meningkat, serta ada keturunan penderita alergi. Kemudian dari luar tubuh bisa terjadi dari lingkungan seperti allergen hirupan dalam bentuk debu rumah, tungau, jamur, binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung.

Juga bisa penyebabnya dari ketombe, tepung sari bunga pollen serta kapuk. Allergen juga bisa terjadi terhadap makanan dan biasanya makanan yang terbuat dari susu, telur, kacang, coklat, ikan laut, daging terigu, zat pengawet dan banyak lagi. Selain itu, ada debu dari lingkungan kerja yang bersifat allergen. Hal itu disebabkan oleh faktor penyebab pencetus yang biasa memicu timbulnya gejala harus diamati dan dihindari seperti bau-bau yang merangsang. Salah satunya parfum atau minyak goreng, asap rokok, pembakaran kayu dan sejenisnya.

Namun alergi juga bisa terjadi saat suhu terlalu dingin, panas dan udara lembab. Patofisiologi Alergen diingesti oleh makrofag, sel dendrite dan limfosit B sel pembawa antigen atau APC. Alergen kemudian diproses dan di bawa ke permukaan sel tersebut untuk berinteraksi dengan limfosit T helper sel CD4.

Pada pasien alergi, jumlah sel dendrite dan limfosit B di mukosa saluran pernapasan meningkat, yang memungkinkan stimulasi imunitas humoral. IgE berikatan dengan sel mast via reseptor Fc berafinitas tinggi dengan hasil degranulasi sel mast dan pelepasan mediator vasoaktif misalnya histamin , kemotaktik, dan inflamasi misalnya leukotrien.

Tingginya tingkat aktivitas IL-5 mungkin merupakan tahap penting dalam perpindahan dari sensitisasi alergi ke gejala penyakit aktual. IL-4 dan IL-5 juga mendorong ekspresi adhesi molekul pada sel endotel dan epitel mengakibatkan semakin banyak migrasi sel inflamasi, terutama netrofil dan eosinofil.

Respons alergi merupakan respons vascular dan selular yang menyebabkan inflamasi.

JOSE SILIE GATON ETICA PROFESIONAL PDF

The Pathophysiology, Diagnosis and Treatment of Allergic Rhinitis

Corresponding author. This article has been cited by other articles in PMC. Abstract Treatment of AR requires a stepwise approach depending on the severity and duration of symptoms. Treatment options for AR consist of allergen avoidance, pharmacotherapy, immunotherapy and surgery. For the mechanisms of AR, anti-IgE antibody and specific antibody to cytokines such as IL-4 or IL-5 that correlate with allergic inflammation have recently emerged.

UN PESAME PARA CONSOLAR PDF

EPIDEMIOLOGI RHINITIS ALERGI PDF

Gejalanya dianggap ringan dengan pola tidur normal, tanpa gangguan pada aktivitas harian, tanpa gangguan di tempat kerja atau sekolah, dan jika gejalanya tidak mengganggu. Rinitis alergi — Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Tes ini dapat meliputi patch test tes tempel untuk menentukan zat tertentu yang menyebabkan rinitis, atau tes intradermal, tes garukan, atau tes lainnya. Dalam kasus antihistamin nasal seperti azelastine antihistamine nasal spraygejala yang reda selama 15 menit memungkinkan pemberian dosis yang lebih mendesak. Gejala rinitis alergi lokal dapat bersifat ringan, sedang, atau berat. Penderita juga dapat mengalami reaktivitas silang.

ANALISIS INTRODUCTORIO DE CIRCUITOS R.BOYLESTAD EN PDF

Prevalensi Penderita Rinitis Alergi Meningkat

Definisi Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut von Pirquet, Rhinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan allergen yang mekanisme ini diperantarai oleh IgE WHO ARIA tahun Epidemiologi Rinitis alergi kadang kala di sebut atopic merupakan kondisi alergi yang paling umum. Rinitis alergi menjadi lebih sering terjadi, terutama di Negara — Negara industry.

Related Articles