JURNAL TENTANG PORIFERA PDF

Biology of the Cell Box, Split Croatia. Morphological and molecular approaches are combined for the taxonomic identification. Studies on Neotropical Fauna and Environment 20 4: Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia berisi artikel bidang kesehatan masyarakat The role of current induced flow in the design of the sponge body plan. Situation, problems and prospects for future research. Quarterly Journal of Microscopical Porifeda Mar Ecol Progr Ser jurnal porifera Additionally, we present a jurnal porifera biogeographic analysis of the aptness of the MEOW scheme as a tool jurnal porifera representing sponge distributions.

Author:Tojazil Vudozilkree
Country:Lebanon
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):21 October 2015
Pages:253
PDF File Size:5.42 Mb
ePub File Size:5.34 Mb
ISBN:978-6-40337-812-8
Downloads:32788
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dishura



Menurut suwarni , berdasarkan jenis spikulanya, sponge terbagi atas 3 klas, yaitu : Kelas Calcarea Sponge ini memiliki tubuh yang disusun oleh spikula kalsium karbonat. Bentuk saluran air beragam termasuk asconoid, sycanoid dan leuconoid. Spikulanya ada yang lurus tapi ada juga yang terdiri dari kaitan ray. Umumnya calcareous lebih kecil dengan choanocytes yang besar. Contoh :Leucosolenia, Clathrina,Scypha, Leucandra.

Kelas Hexactinellida Hyalospongiae Kadang disebut sponge kaca, dengan spikula silika yang berujung ray 6, biasanya didapatkan pada kedalaman yang tinggi. Beberapa diantaranya melekat pada substrat dengan bantuan batang semu stalk. Oskulum biasanya besar, ukuran panjang tubuh berkisar dari 7 cm hingga lebih 1 meter. Tipe saluran air umumnya syconoid dan leuconoid. Tipe saluran air umumnya leconoid dan hidup di laut, kecuali hanya 1 famili yang hidup di air tawar yaitu spongilidae.

Spikula tersusun dari unsur silika, tetapi berbeda dengan sponge kaca, klas ini tidak mempunyai 6 ray. Skeleton dapat pula disusun dari silika dan sponging, atau hanya sponging saja.

Rongga kanal internal berukuran kecil, bulat dan diselimuti oleh sel choanocytes. Bentuk, ukuran dan warna tubuh lebih bervariasi. Contoh :Haliclona, Pterosia, Xestospongia. Bentuk tubuh spons juga bermacam-macam, kebanyakan berbentuk tidak beraturan dengan pola bervariasi namun ada pula beberapa simetri radial. Bagian tubuh porifera yang menghubungkan lingkungan luar dan dalam tubuh porifera yang terletak pada bagian distal dinamakan osculum.

Osculum berhubungan dengan spongcoel yang terletak ditengah-tengah tubuh dan merupakan ruangan yang besar. Tubuh bagian luarnya terdiri atas pori-pori atau ousita.

Membuka dan menutupnya ostis diatur oleh sel porosity yang menghubungkan bagian luar dengan bagian dalam tubuh. Sel-sel yang melapisi tubuh bagianluar ialah sel epitel berbentuk pipih atau disebut sel-sel leher atau choanocyt. Ujung sel ini mempunyai flagellum Hasanuddin, Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa. Tubuh memiliki banyak pori-pori ostium yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel.

Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral atas tubuh. Struktur anatomi porifera : Lapisan luar tubuh epidermis terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium.

Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit. Lapisan dalam endodermis terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler. Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk. Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula.

Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual. Jaringan pada tubuh porifera atau sponge saling berhubungan meshohyl yang mengelilingi lapisan outer pinacoderm dan inner choanoderm.

Choanoderm tersusun atas sel — sel kerah berflagella choanocyte. Meshohyl terdiri dari beberapa tipe sel dan unsur sketal dalam bentuk fiber protein dan spikula mineral Suwarni, Sel pada porifera terdiri dari dua lapisan yaitu lapisanpinacoderm sel kulit dan lapisan choanocytes sel pengumpul makanan dan pemompa air.

Menurut Suwarni , struktur tubuh sponge ditompang oleh skeleton keras yang terdiri atas berbagai jenis spikula. Spikula yaitu unsur keras yang tersusun dari kalsium karbonat, atau silika dan kolagen. Spikula dan sel-sel sponge semuanya terdapat di dalam matriks jelly berprotein. Tidak semua sponge mempunyai skeleton, skeleton tersusun dari jelly colloidal yang sederhana.

Skeleton disekresi oleh sel-sel sclerocyte dan spongocyte. Setiap spikula disekresi secara interselular di sekitar fiber sponging. Unsur sketal dapat digunakan sebagai petunjuk penting dalam penamaan secara morfologi dan taksonomi.

Spikula dikelompokkan berdasarkan ukuran, jumlah axis, dan jumlah ray pengait. Microsceler, spikula kecil berukuran panjang 0,01 — 0,1 mm; tersebar di seluruh tubuh. Berdasarkan jumlah ray, spikula dibagi menjadi 5 kelompok : Monactine, spikula dengan satu ray, Diactine, spikula dengan dua ray, Traictine, spikula dengan tiga ray.

Hexactine, spikula dengan enam ray, Polyactine, spikula dengan lebih dari enam ray. Bagian dalam tubuh sponge terdapat sistem kanal atau saluran air. Air yang masuk melalui ostia, akan melewati sejumlah saluran kanal tersebut sebelum masuk ke dalam rongga atau langsung menuju atrium.

Di dalam rongga dimana terdapat sel choanocytes yang merupakan elemen penting dalam sirkulasi air. Sel berkerah dengan flagellum yang setiap saat aktif bergerak secara spiral membangkitkan arus yang menghisap air dari ostia.

Partikel makanan akan melengket pada permukaan luar sel dan kemudian diserap ke dalam sel, selanjutnya air terbawa keluar menuju oskulum. Ada 3 tipe saluran air sponge yakni tipe asconoid,syconoid dan leconoid gabungan dari permukaan choanoderm dan mesohyl. Pada tipe asconoid, atriumnya besar dan tidak terpartisi, serta bagian tepi atrium terbagi menjadi sejumlah rongga kecil dimana area permukaan choanocytes meningkat.

Tipe leuconoid, atrium tereduksi menjadi semacam lorong-lorong mesohyl dengan jaringan kanal air yang kompleks dan banyak rongga berflagella Fox, Contoh tipe saluran asconoid ditampilkan pada genus Leucosolenia, sedangkan tipe syconoid dicontohkan pada genus scypha. Hewan yang tergolong Protozoa dan Porifera tidak memiliki sistem saraf.

Setiap sel penyusun tubuh hewan tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima tidak ada koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya. Hewan bersel satu seperti Amoeba dan Paramecium meskipun tidak memiliki urat saraf tapi protoplasmanya dapat melakukan segala kegiatan sebagai makhluk hidup seperti iritabilitas, bergerak dan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

Kelompok Porifera ini belum mempunyai sistem saraf, tetapi apabila mendapatkan rangsang yang berupa sentuhan, terutama pada daerah oskulum, maka rangsang tersebut akan diteruskan dari sel ke sel secara lambat. Tetapi untuk sistem pencernaannya masih sangat sederhana dan berlangsung secara intrasel, gerakannya seperti pada aliran air, air yang membawa makanan biasanya berupa plankton dan oksigen yang terlarut. Makanan tersebut ditangkap oleh sel leher kemudian dicerna dalam vakuola dan sari-sarinya akan diangkut oleh sel-sel amoebosit dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa makanannya dikeluarkan melalui sel leher ke dalam air melalui spongosol.

Porifera mempunyai ciri khusus berupa tubuh yang berpori-pori mikroskopis. Dalam fase hidupnya, porifera mengalami 2 bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas polip dan hidup menetap sesil. Bentuk polip terjadi pada fase larva, sedangkan bentuk sesil terjadi pada fase dewasa. Proses tersebut diawali dari masuknya air melalui pori — pori tubuh porifera ostium , selanjutnya air akan masuk kedalam tubuh bersamaan dengan plankton dan bakteri yang menjadi sumber makanannya.

Melalui mikrofili yang terdapat pada sel koanosit lapisan endodermis porifera, plankton dan bakteri akan tersaring. Air — air yang masuk bersamaan dengan makanan akan kembali dibuang melalui lubang yang berada di pusat tubuhnya yaitu oskulum. Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons. Porifera mempunyai sistem saluran air yang berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan air yang mengandung zat makanan, oksigen, dan sisa metabolisme. Tipe Ascon merupakan tipe saluran air paling sederhana.

Air tersebut masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel rongga tubuh lalu akan keluar melalui oskulum. Contoh ; Leucoslenia. Tipe Sicon merupakan tipe saluran air yang terdiri dari dua saluran yaiu inkruen dan radial.

Melalui porosity air dari saluran inkruen menuju ke saluran radial, baru masuk ke spongocoel dan keluar melalui oskulum. Air tersebut masuk dengan melalui pori-ke saluran radial yang berdinding koanosit-spongocoel kemudian keluar dengan melalui oskulum. Contoh : Scypha Tipe Leucon Rhagon merupakan tipe saluran air yang paling kompleks. Koanosit tersebut dibatasi rongga bersilia berbentuk bulat. Air tersebut masuk dengan melalui pori-saluran radial yang bercabang-cabang kemudian keluar dengan melalui oskulum.

Misalnya : Euspongia dan Spongila. Reproduksi seksual terjadi dengan cara pembentukan tunas budding atau pembentukan sekelompok sel esensial terutama amoebocyte, kemudian dilepaskan. Sepon air tawar dan air laut membentuk gemuk, yaitu tunas internal. Gemuk terbentuk dari sekumpulan amoebocyte berisi cadangan makanan dikelilingi amoebocyte yang membentuk lapisan luar yang keras dan acapkali terdapat spikula sehingga membentuk dinding yang resisten.

Porifera mempunyai kemampuan melakukan regenerasi yang tinggi. Bagian tubuh sepon yang terpotong atau rusak akan mengalami regenerasi yang utuh kembali. Kemampuan melakukan regenerasi ada batasnya, misalnya potongan sepon leuconoid harus lebih besar dari 0,4 mm dan mempunyai beberapa sel choanocyte supaya mampu melakukan regenerasi menjadi sepon baru yang kecil.

Reproduksi aseksual terjadi baik pada sepon yang hermaproduktif, namun sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda sperma dan telur dihasilkan oleh amoebyte osculum bersama aliran air dan masuk ke individu lain melalui ostium juga bersama aliran air. Dalam spongocoel ataufeagelated chamber, sperma akan masuk ke choanocyte atau amoebocyte. Sel amoebocyte berfungsi sebagai pembawa sperma menuju sel telur, terjadilah pembuahan fertilisasi , perkembangan embrio sampai menjadi larva berflagella masih di dalam mesohyl.

Larva berflagella disebut juga larva amphiblastula. Keluar dari mesohyl dan bersama aliran air keluar dari tubuh induk melalui osculum. Larva amphiblastula berenang bebas beberapa saat kemudian menempel pada substrat dan berkembang menjadi sepon muda yang sessile dan akhirnya tumbuh menjadi besar dan dewasa.

Berikut ini penjelasan reproduksi porifera dengan secara seksual dan aseksual. Reproduksi Aseksual Reproduksi aseksual porifera dengan cara pembentukan tunas budding. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Herbivora Peranan Nilai Ekonomis Porifera Beberapa jenis sepon air laut seperti sepon jari berwarna orange axinella conabina diperdagangkan untuk menghias aquarium air laut, adakalanya di di ekspor ke Singapura dan Eropa.

Jenis sepon dari Famili Clionidae mampu mengebor dan menembus batu karang dan cangkang moluska, sehingga membantu pelapukan pecahan batu karang dan cangkang moluska yang berserakan di tepi pantai. Ada pula sepon yang tumbuh pada kerang-kerangan tertentu dan mengganggu peternakan tiram. Selain itu porefera yang dijadikan obat kontrasepsi KB Sebagai campuran bahan industri kosmetik Mempunyai nilai estetika yang tinggi Manfaat bagi sumber daya perairan sebagai tempat perlindungan dan sebagai makanan hewan lain.

KADY CROSS THE GIRL IN THE STEEL CORSET PDF

Jurnal Doc : jurnal internasional tentang porifera

Latar Belakang Hewan spons atau disebut juga sebagai kelompok porifera merupakan hewan multiseluler yang primitif. Tubuhnya tidak memiliki jaringan ataupun organ sesungguhnya. Kata porifera berasal dari bahasa latin, ponus berarti lubang kecil, sedangkan ferra berarti mengandung atau mengembang. Kata tersebut untuk menunjukkan akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang memiliki banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan berpori Yusminah, Filum Cnidaria meliputi bentuk beragam seperti ubur-ubur, hydra, anemon laut, dan karang. Cnidaria merupakan Filum dari hewan paling sederhana yang telah memiliki jaringan yang lebih lengkap dibanding dengan Phylum Porifera karena pada dinding tubuhnya telah memiliki 3 tiga lapisan yaitu : ektoderm lapisan paling luar , mesoglea lapisan tengah dan gastroderm lapisan bagian dalam, serta memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.

ESTACION TOTAL SOKKIA SET 610 PDF

Pengertian Lengkap Porifera, Ciri-Ciri, Reproduksi

Menurut suwarni , berdasarkan jenis spikulanya, sponge terbagi atas 3 klas, yaitu : Kelas Calcarea Sponge ini memiliki tubuh yang disusun oleh spikula kalsium karbonat. Bentuk saluran air beragam termasuk asconoid, sycanoid dan leuconoid. Spikulanya ada yang lurus tapi ada juga yang terdiri dari kaitan ray. Umumnya calcareous lebih kecil dengan choanocytes yang besar. Contoh :Leucosolenia, Clathrina,Scypha, Leucandra. Kelas Hexactinellida Hyalospongiae Kadang disebut sponge kaca, dengan spikula silika yang berujung ray 6, biasanya didapatkan pada kedalaman yang tinggi. Beberapa diantaranya melekat pada substrat dengan bantuan batang semu stalk.

FRANK DE FELITTA THE ENTITY PDF

makalah porifera

Beberapa bentuk primitive tidak memiliki rangka. Tipe saluran air yang ada pada spons ini berupa Leuconoid. Porifera yang masuk dalam kelompok Demospongia memiliki penyebaran yang paling luas dari daerah tidal hingga kedalaman abvasal. Beberapa bentuk memiliki habitat di air tawar. Sub kelas Tetractinomorpha Ciri Utama dari sub kelas Tetractinomorpha adalah memiliki megaskleres tetraxonid dan monoxonid, mikroskleres asterose dan kadang-kadang tidak memiliki serat spongin.

KOYRE FROM THE CLOSED WORLD TO THE INFINITE UNIVERSE PDF

JURNAL TENTANG PORIFERA PDF

Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Pemasaran Internasional Gratis Apakah pada saat penelitian sebelumnya Anda sebagai mahasiswa pemasaran membutuhkan sebuah jurnal pemasaran internasional? Karena nantinya penelitian Anda akan dipublikasikan dan pada saat Anda mempublikasikan sebuah penelitian yang dibuat dengan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 14 Agustus …Kenali Pengertian Jurnal Ilmiah Dan Contohnya Jika anda mencari pengertian jurnal ilmiah dan contohnya dalam bentuk serta struktur yang tepat, maka artikel ini adalah solusi tepat yang wajib untuk… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Manajemen Pemasaran Gratis Apakah Anda kini sedang menjalankan tugas akhir untuk menyelesaikan studi Anda dalam bidang manajemen pemasaran? Jika demikian maka tentunya Anda sedang membutuhkan sebuah… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Contoh Kumpulan Jurnal Psikologi Internasional Gratis Dalam menempuh pendidikan Anda akan banyak mengalami cobaan karena biasanya semakin tinggi pendidikan yang akan Anda tuntut maka akan semakin banyak pula beban… Oleh cinta jurnal Diposting pada 18 Agustus …Tata Cara Penulisan Jurnal Ilmiah Dengan Tepat Bagaimana sih contoh penulisan jurnal ilmiah pdf yang tepat dan benar? Sebelum menjawab hal tersebut, penulis akan jelaskan terlebih dahulu apa itu… 1.

Related Articles